TVRINews, Gorontalo
UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Boalemo menyebut kasus kekerasan seksual terhadap anak di wilayah tersebut terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.
Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Boalemo, Aris Priyatno Wungguli, mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya kasus kekerasan seksual pada anak yang terjadi di daerah itu.
Sepanjang tahun 2025, jumlah kasus yang ditangani mencapai puluhan kasus dengan mayoritas korban merupakan anak di bawah umur.
Ironisnya, sekitar 20 hingga 30 persen dari kasus yang terjadi melibatkan pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga dekat dengan korban, seperti ayah kandung, kakek, hingga paman korban.
Menurut Aris, kasus kekerasan seksual terhadap anak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Salah satunya karena masih banyak anak yang tidur bersama orang tua dan belum memiliki kamar terpisah, sehingga dinilai rawan terjadi tindakan yang tidak diinginkan.
Untuk mencegah meningkatnya kasus serupa, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Boalemo mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan atau mengetahui adanya dugaan kekerasan seksual terhadap anak.
Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga korban dapat segera memperoleh perlindungan dan pendampingan yang dibutuhkan.










