TVRINews - Gorontalo Utara
Banjir yang menerjang lima desa di Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, menyebabkan ratusan warga terdampak. Selain merendam permukiman, bencana tersebut juga mengakibatkan sejumlah rumah hanyut, ternak warga hilang, hingga merusak akses jalan desa.
Lima desa yang terdampak yakni Desa Didingga, Desa Omuto, Desa Bualo, Desa Biau, dan Desa Luhuto. Banjir diduga dipicu meluapnya daerah aliran sungai setelah debit air meningkat akibat curah hujan tinggi.
Di Desa Didingga, seluruh warga dilaporkan terdampak banjir. Tiga unit rumah hanyut terbawa arus, sementara sejumlah ternak sapi milik warga juga dilaporkan hilang.
Sementara itu, di Desa Omuto sebanyak 168 kepala keluarga terdampak. Warga mengalami kerugian akibat barang-barang dan persediaan kebutuhan sehari-hari hanyut terbawa banjir.
Kondisi serupa terjadi di Desa Bualo. Sebanyak 190 rumah terendam banjir dan akses jalan desa sepanjang kurang lebih 500 meter dilaporkan putus akibat derasnya arus air.
Di Desa Biau, banjir berdampak terhadap sekitar 665 jiwa. Selain merendam permukiman, arus banjir juga mengakibatkan kerusakan jalan desa sepanjang sekitar 1,5 kilometer.
Sedangkan di Desa Luhuto, sebanyak 52 kepala keluarga terdampak banjir. Warga mengalami kerugian akibat rusaknya bahan pokok, termasuk persediaan beras yang terendam air.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengatakan pemerintah daerah saat ini terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak sekaligus menyalurkan bantuan guna memenuhi kebutuhan masyarakat pascabanjir.
“Pemerintah daerah terus bergerak melakukan pendataan dan penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan apabila curah hujan masih tinggi,” ujar Thariq Modanggu.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dan segera mengungsi ke tempat aman apabila kondisi debit air kembali meningkat.










