TVRINews - Gorontalo Utara
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Biau. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Gorontalo Utara bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta Dinas Sosial.
Penyaluran bantuan dilakukan saat Bupati Gorontalo Utara meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak banjir. Dalam kunjungan tersebut, pemerintah daerah memastikan warga yang mengalami kerusakan rumah berat maupun kehilangan tempat tinggal segera mendapatkan bantuan.
Berbagai kebutuhan logistik telah didistribusikan melalui Dinas Sosial Kabupaten Gorontalo Utara. Bantuan yang diberikan meliputi perlengkapan keluarga, kebutuhan bayi dan anak-anak, makanan siap saji, selimut, kasur, hingga tenda darurat.
Pemerintah daerah menyatakan bantuan diprioritaskan bagi warga yang mengalami dampak paling parah agar kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat dapat terpenuhi.
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga berencana mendirikan dapur umum sementara yang dipusatkan di SPPG Kecamatan Biau. Fasilitas tersebut disiapkan untuk memenuhi kebutuhan makanan warga terdampak maupun petugas yang bertugas di lapangan.
Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menegaskan pemerintah daerah akan terus berupaya memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi.
“Pemerintah daerah terus bergerak untuk memastikan masyarakat yang terdampak banjir mendapatkan bantuan dan kebutuhan dasar yang diperlukan selama masa penanganan bencana berlangsung,” ujar Thariq Modanggu.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Gorontalo Utara, Retno Gunardi Ishak, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pendataan di lapangan agar distribusi tepat sasaran.
“Distribusi bantuan dilakukan sesuai data warga terdampak sehingga bantuan yang diberikan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan,” kata Retno Gunardi Ishak.
Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara juga mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan segera berkoordinasi dengan aparat desa maupun petugas kebencanaan apabila terjadi kondisi darurat di wilayah masing-masing.










