TVRINews, Gorontalo Utara
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika melalui BMKG Gorontalo menggelar kegiatan Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami 2026 di Kabupaten Gorontalo Utara sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah pesisir.
Kepala Stasiun Geofisika Gorontalo, Andri Wijaya, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur pemerintah, lembaga kebencanaan, hingga masyarakat setempat guna membangun budaya sadar bencana.
Menurut Andri, sekolah lapang ini bertujuan memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami yang berpotensi terjadi di wilayah Gorontalo Utara.
“Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai cara membaca informasi resmi BMKG secara cepat dan tepat, termasuk langkah-langkah evakuasi mandiri saat terjadi gempa maupun tsunami,”ujar Andri.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diteruskan kepada masyarakat luas sehingga kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana dapat tumbuh secara kolektif.
Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, Abdul Wahab Paudi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, Gorontalo Utara memiliki garis pantai yang cukup panjang sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa bumi dan tsunami.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir,”kata Abdul.
Peserta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami 2026 terdiri dari unsur pemerintah daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, TNI, Polri, media massa, hingga kelompok masyarakat di Gorontalo Utara.










