TVRINews, Bone Bolango
Warga Kecamatan Pinogu, Kabupaten Bone Bolango, hingga kini masih menghadapi persoalan akses yang sulit. Meski jaraknya hanya sekitar 60 kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten, perjalanan menuju wilayah tersebut dapat memakan waktu berjam-jam akibat kondisi jalan yang penuh tantangan.
Kecamatan Pinogu merupakan salah satu dari 18 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango. Wilayah ini memiliki luas sekitar 496 kilometer persegi dan terdiri atas lima desa, yakni Desa Pinogu, Pinogu Permai, Bangio, Dataran Hijau, dan Tilonggibila. Pusat pemerintahan kecamatan berada di Desa Pinogu.
Sebagian besar masyarakat Pinogu menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian, di antaranya kopi, pala, dan persawahan. Namun, aktivitas ekonomi warga maupun pemenuhan kebutuhan sehari-hari harus berhadapan dengan kondisi akses jalan yang sulit.
Persoalan tersebut tidak hanya berdampak terhadap aktivitas ekonomi, tetapi juga menyulitkan masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
Salah seorang warga Desa Pinogu, Benyamin, mengatakan masyarakat harus menempuh perjalanan panjang ketika membutuhkan layanan kesehatan lanjutan di luar wilayah Pinogu.
"Dalam kondisi darurat, pasien bahkan harus ditandu melewati jalur hutan hingga mencapai titik yang dapat dilalui kendaraan," ucapnya, dikutip Jumat, 25 September 2026.
Menurut penuturannya, kondisi tersebut pernah menyebabkan pasien yang hendak melahirkan meninggal dunia dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.
Kesulitan serupa juga dirasakan masyarakat ketika harus membawa jenazah keluar maupun masuk ke wilayah Pinogu. Dalam kondisi tertentu, jenazah terpaksa digotong atau diangkut menggunakan jasa ojek.
Warga lainnya, Herawati, turut mengungkapkan pengalaman masyarakat dalam menghadapi sulitnya akses menuju Pinogu.
Jalur yang digunakan masyarakat untuk keluar dan masuk Pinogu membelah kawasan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone. Dalam kondisi normal, perjalanan menuju wilayah tersebut dapat ditempuh sekitar empat hingga lima jam.
Namun, saat musim hujan, waktu tempuh dapat bertambah hingga sekitar delapan jam. Genangan air, lumpur, jalan licin, hingga kubangan menjadi tantangan yang harus dilalui warga.
Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian dari keseharian masyarakat Pinogu.
Warga berharap pemerintah dapat segera menghadirkan solusi melalui pembangunan maupun perbaikan akses jalan menuju wilayah mereka.
Bagi masyarakat Pinogu, akses jalan yang lebih baik bukan sekadar untuk mempercepat perjalanan. Infrastruktur yang memadai juga diharapkan dapat mempermudah warga memperoleh pelayanan kesehatan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi masyarakat.










