TVRINews, Gorontalo
Dinas Kesehatan Kota Gorontalo menyatakan belum terjadi lonjakan ekstrem kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah tersebut, meski kualitas udara masih terdampak kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Gorontalo, dr. Anwar Pasaribu, mengatakan, jumlah kasus ISPA saat ini masih berfluktuasi dalam batas normal dan belum menunjukkan peningkatan signifikan. Meski demikian, kewaspadaan tetap diperlukan selama kondisi udara belum kembali normal.
Ia mengimbau masyarakat untuk mengutamakan langkah pencegahan, terutama dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah yang tidak mendesak.
Anwar juga mengingatkan kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan ibu hamil, agar lebih berhati-hati terhadap paparan asap. Selain itu, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
"Pemeriksaan dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi kesehatan memburuk akibat gangguan pernapasan. Karena itu, warga yang mengalami gejala ISPA diimbau segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat," ujarnya, dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.
Dinas Kesehatan Kota Gorontalo terus mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan, khususnya selama kualitas udara masih belum membaik akibat kiriman asap karhutla.










